Di balik teriknya matahari yang membakar gurun pasir Arab Saudi, terdapat sebuah oasis yang sejuk, hijau, dan damai. Kota itu bernama Taif. Jika Makkah adalah pusat spiritual yang sibuk dan bersuhu panas, Taif adalah tempat di mana napas menjadi lebih ringan dan jiwa menemukan ketenangan di tengah keindahan alam.
Terletak sekitar 70-100 kilometer di tenggara Makkah, Taif bertengger gagah di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut, di lereng Pegunungan Sarawat. Letak geografis inilah yang memberinya keistimewaan yang langka di Jazirah Arab: iklim yang sejuk sepanjang tahun dan tanah yang sangat subur.
Dalam gambar yang Anda lihat, Taif menampilkan dua sisi wajahnya yang menawan. Di satu sisi, ada denyut nadi modernitas yang terlihat dari jalan raya Al-Hada yang mulus, meliuk-liuk membelah gunung batu, menghubungkan lembah dengan puncak. Di sisi lain, deretan bangunan berwarna krem dan putih serta menara-menara masjid yang anggun menunjukkan dedikasi kota ini terhadap tradisi dan iman. Di sela-sela hunian tersebut, tampak rona hijau dari pepohonan dan kebun-kebun, sebuah pemandangan yang menyegarkan mata.
Sejarah Dua Wajah: Luka dan Doa Kekasih Allah
Taif bukan sekadar destinasi wisata alam. Bagi umat Islam, kota ini menyimpan memori yang sangat mendalam tentang perjuangan Rasulullah Muhammad SAW.
Pada tahun kesepuluh kenabian—yang dikenal sebagai Aamul Huzni (Tahun Kesedihan) setelah wafatnya pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah—Rasulullah SAW melakukan perjalanan ke Taif dengan harapan penduduknya, Suku Tsaqif, akan menerima dakwah Islam. Beliau membayangkan Taif akan menjadi tempat perlindungan yang aman bagi umat Muslim yang tertindas di Makkah.
Namun, sejarah mencatat kisah yang memilukan. Alih-alih diterima dengan tangan terbuka, Rasulullah SAW diusir, dihina, dan dilempari batu oleh penduduk Taif hingga tubuhnya terluka. Beliau harus berlindung di sebuah kebun anggur dalam keadaan lemah dan bersedih.
Di sinilah keagungan akhlak Rasulullah SAW teruji. Ketika Malaikat Jibril dan Malaikat Penjaga Gunung menawarkan untuk meruntuhkan Gunung Abu Qubais dan menimpakannya kepada penduduk Taif sebagai pembalasan, Rasulullah SAW menolaknya. Beliau justru memanjatkan doa yang tulus:
"Tidak, aku justru berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka keturunan yang menyembah Allah Yang Maha Esa dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apa pun."
Doa itu dikabulkan. Kini, Taif adalah kota Muslim sepenuhnya, yang menyembah Allah SWT dan mencintai Nabinya.
Hubungan Kota Taif dengan Program Umroh
Kombinasi antara keindahan alam yang menyejukkan dan nilai sejarah Islam yang kuat membuat Taif menjadi salah satu destinasi utama dalam program Ziarah atau City Tour tambahan bagi jamaah Umroh setelah mereka menyelesaikan ibadah inti di Makkah.
Berikut adalah hubungan erat Taif dengan pengalaman jamaah Umroh:
1. Napak Tilas dan Refleksi Iman (Sirah Nabawiyah) Bagi jamaah, mengunjungi Taif adalah cara untuk menyelami sejarah Sirah Nabawiyah (perjalanan hidup Nabi) secara langsung. Mereka bisa berziarah ke:
-
Masjid Addas: Tempat Rasulullah SAW beristirahat di kebun anggur dan bertemu dengan seorang pemuda Nasrani bernama Addas yang akhirnya memeluk Islam.
-
Masjid Abdullah Ibnu Abbas: Masjid yang dibangun dekat makam sahabat dan sepupu Rasulullah, Abdullah Ibnu Abbas RA, seorang ahli tafsir Al-Qur'an terkemuka.
-
Tempat-tempat di mana peristiwa pelemparan batu terjadi, yang menjadi pengingat akan kesabaran dan keteguhan hati Nabi.
2. Tempat Miqat (Qarnul Manazil) Secara fungsional, Taif sangat penting dalam ibadah Umroh. Di wilayah Al-Sail Al-Kabir, Taif, terdapat salah satu tempat Miqat, yaitu Qarnul Manazil. Jamaah yang datang dari arah Riyadh, Taif, atau negara-negara Teluk melalui jalur darat akan berhenti di sini untuk mengenakan pakaian ihram dan berniat Umroh sebelum memasuki kota Makkah.
3. Relaksasi Tubuh dan Jiwa (Wellness Tourism) Setelah menjalani rangkaian ibadah Umroh yang padat dan cuaca panas di Makkah, Taif menawarkan jeda yang menyegarkan. Jamaah dapat menikmati:
-
Kereta Gantung Al-Hada: Menikmati pemandangan gunung-gunung batu dan jalan berliku dari ketinggian, seperti yang terlihat dalam gambar.
-
Kebun Bunga Mawar: Taif terkenal sebagai "Kota Mawar" yang menghasilkan minyak mawar berkualitas dunia. Jamaah bisa mengunjungi penyulingan parfum dan membeli oleh-oleh khas.
-
Pasar Buah: Mencicipi delima, anggur, dan buah-buahan segar yang tumbuh subur di sana.
Dalam gambar tersebut, kita tidak hanya melihat sebuah kota di atas gunung. Kita melihat tempat di mana luka masa lalu berubah menjadi doa yang berkah, tempat di mana kegarangan gunung batu bertemu dengan kelembutan kebun mawar, dan tempat di mana jamaah Umroh menyempurnakan perjalanan spiritual mereka dengan napak tilas perjuangan Nabi SAW. Taif adalah saksi bisu keikhlasan, yang kini terus menyambut para tamu Allah dengan kesejukannya.